Bayangkan seorang remaja bernama Andi. Dia cerdas, aktif di sekolah, dan mempunyai banyak teman. Tapi rasa penasaran dan tekanan dari lingkungan membuatnya mencoba “sesuatu yang baru” di sebuah pesta. Ia berpikir itu hanya sekali. Tapi dari satu malam itu, hidup Andi mulai berubah. Ia tidak tahu bahwa yang ia coba adalah narkotika, zat yang dapat merusak otaknya, mengubah sikapnya, dan menghancurkan masa depannya. Kisah seperti Andi bukanlah fiksi. Ini nyata, dan bisa terjadi pada siapa saja. Maka penting bagi kita untuk mengetahui fakta-fakta narkotika agar lebih waspada. Pertama, narkotika tidak selalu berbentuk serbuk putih atau suntikan. Kini, narkotika bisa berupa permen, minuman, bahkan makanan ringan. Banyak dari mereka dikemas menarik agar tak mencurigakan. Hal ini membuat anak-anak dan remaja sangat rentan menjadi korban. Kedua, Indonesia bukan hanya sasaran pasar narkotika, tetapi juga jalur transit perdagangan internasional. Letak geografis yang terbuka membuat peredaran narkotika lebih mudah, dan pada akhirnya, generasi muda yang menjadi target utama. Ketiga, ketergantungan bisa terjadi hanya dalam satu kali pemakaian. Otak manusia memiliki sistem penghargaan alami, dan narkotika memanipulasinya. Sekali otak merasakan efek “menyenangkan” itu, tubuh akan terus mencarinya. Inilah awal dari kecanduan. Keempat, kerusakan akibat narkoba tidak hanya fisik, tapi juga mental dan sosial. Pengguna bisa kehilangan konsentrasi, mengalami depresi berat, bahkan mengalami gangguan kejiwaan. Hubungan dengan keluarga hancur, prestasi merosot, dan kepercayaan diri runtuh. Kelima, yang paling menyedihkan adalah mayoritas korban adalah remaja dan anak muda. Mereka yang seharusnya menjadi harapan bangsa, justru dirusak oleh zat-zat berbahaya ini. Banyak yang tidak tahu, dan banyak pula yang menyesal ketika semuanya sudah terlambat. Andi, dalam kisah tadi, akhirnya dirawat di pusat rehabilitasi. Ia berjuang keras untuk pulih, tapi luka yang ditinggalkan narkotika tak mudah hilang. Ia ingin berbagi kisahnya, agar tidak ada lagi yang mengikuti jejak yang sama.Narkotika bukan sekadar masalah hukum. Ini masalah kemanusiaan, masalah keluarga, dan masalah masa depan. Semakin kita tahu, semakin kita sadar, dan semakin kuat kita untuk melindungi diri serta orang-orang yang kita cintai. Post Views: 40 Post navigation Dampak Hukum dan/atau Sanksi Penyalahgunaan Narkotika Remaja dan Kerentananya Terhadap Narkotika